Konsep Allah dalam Islam: 99 nama, sifat tak terbatas, dan ikatan langsung dengan kemanusiaan
الوجود
Keberadaan — Al-Wujud
Keberadaan Allah adalah wajib dan abadi. Dia tidak diciptakan dan tidak bergantung pada sebab apapun.
الأحد
Keesaan — Al-Ahad
Allah Maha Esa, tiada tandingan dan sekutu. Dia tidak dapat dibandingkan dengan apapun.
القدير
Kekuasaan — Al-Qadir
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang terjadi di luar kehendak-Nya.
العليم
Pengetahuan — Al-Alim
Allah mengetahui segala sesuatu: masa lalu, masa kini, masa depan, yang tersembunyi dan yang tampak. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.
الرحمن
Kasih Sayang — Ar-Rahman
Rahmat Allah mencakup segala sesuatu. Al-Quran memperkenalkan Allah sebagai 'Rahman' dan 'Rahim' dalam 113 dari 114 surah.
العدل
Keadilan — Al-Adl
Allah Maha Adil. Tidak ada ketidakadilan yang dibiarkan tanpa jawaban di sisi-Nya. Akhirat adalah tempat keadilan ini akan sepenuhnya terwujud.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
Al-Baqarah 2:255
"Allah — tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur."
'Allah' hanya Tuhan orang Muslim saja?
"Allah" adalah Tuhan yang berbeda, konsep khusus yang hanya dipercaya Muslim.
'Allah' adalah kata Arab yang berarti 'Tuhan.' Orang Kristen dan Yahudi Arab juga menggunakan kata Allah. Allah dalam Islam merujuk pada satu Tuhan Sang Pencipta.
Apakah Allah adalah makhluk yang jauh dan tidak terjangkau?
Allah adalah kekuatan yang jauh, tidak terjangkau, dan menghakimi, jauh dari kemanusiaan.
Al-Quran berkata: 'Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya.' (50:16) Allah mendengar langsung doa hamba-Nya. Dalam Islam, hubungan dengan Allah langsung, tanpa perantara, dan personal.
Apakah Allah memiliki jenis kelamin?
Karena Allah disebut sebagai 'Dia' (laki-laki), Allah harus berjenis kelamin laki-laki.
Allah melampaui karakteristik makhluk ciptaan. Dalam bahasa Arab, kata ganti maskulin adalah konvensi gramatikal dan tidak menyiratkan jenis kelamin. Allah tidak memiliki jenis kelamin, tubuh, atau atribut manusia.
Mengapa alam semesta ada? Mengapa ada sesuatu daripada tidak ada apa-apa? Para pemikir yang serius merenungkan pertanyaan ini menemukan bahwa regresi tak terbatas secara logis mustahil, dan mereka sampai pada makhluk yang 'ada dengan sendirinya'. Islam menyebut makhluk ini Allah.