Nabi Isa dalam Al-Quran: Apa yang Islam Ajarkan tentang Yesus?
Al-Quran berbicara tentang Isa al-Masih lebih dari yang banyak orang kira โ mukjizat kelahiran, nabi besar, kalimat Allah. Apa sebenarnya yang Islam ajarkan tentang sosok yang juga penting bagi dua miliar orang Kristen ini?
Nabi Isa dalam Al-Quran: Apa yang Islam Ajarkan tentang Yesus?
Bayangkan sebuah percakapan antara dua orang โ seorang Muslim dan seorang Kristen yang taat โ tentang sosok yang sama. Keduanya mengaguminya. Keduanya percaya bahwa ia lahir dari seorang perawan. Keduanya percaya bahwa ia melakukan mukjizat-mukjizat yang luar biasa. Keduanya percaya bahwa ia akan datang lagi di akhir zaman.
Tapi keduanya berbeda dalam satu hal mendasar yang membuat segalanya berubah: siapa atau apa sebenarnya ia?
Pertanyaan tentang Isa al-Masih โ yang oleh orang Kristen dipanggil Yesus Kristus โ adalah salah satu titik paling fasinating dalam pertemuan antara dua tradisi keagamaan terbesar di dunia. Dan Al-Quran berbicara tentangnya lebih panjang dan lebih detail dari yang banyak orang bayangkan.
Kelahiran yang Tidak Biasa
Al-Quran mendedikasikan ruang yang sangat besar untuk kisah kelahiran Isa, terutama dalam Surah Maryam dan Surah Ali Imran. Dan kisah yang diceritakannya tidak berbeda jauh dari yang ada dalam Injil Lukas.
Malaikat Jibril datang kepada Maryam dan mengabarkan bahwa ia akan melahirkan seorang putra yang suci. Maryam terkejut dan bertanya bagaimana ini bisa terjadi karena tidak ada laki-laki yang pernah menyentuhnya. Jawaban yang diberikan padanya adalah bahwa Allah berkehendak โ dan ketika Allah berkehendak, Ia hanya berkata "Jadilah!" maka jadilah.
Al-Quran menggunakan kelahiran Isa sebagai argument teologi yang kuat. Jika seseorang percaya pada penciptaan Adam dari tanah tanpa ayah dan ibu, mengapa sulit menerima kelahiran Isa tanpa ayah? Kedua peristiwa itu sama-sama menunjukkan bahwa Allah tidak terikat pada mekanisme biologis yang Ia sendiri ciptakan.
Maryam mendapat posisi yang sangat tinggi dalam Al-Quran. Ia disebut sebagai wanita pilihan, disucikan, dan diunggulkan atas semua wanita alam semesta. Satu-satunya surah dalam Al-Quran yang dinamai dengan nama seorang wanita adalah Surah Maryam.
Bayi yang Berbicara
Salah satu kisah paling dramatis tentang Isa dalam Al-Quran adalah ketika Maryam membawa bayinya yang baru lahir kembali ke kaumnya. Orang-orang meragukan kehormatan Maryam dan mulai menuduh.
Maryam hanya menunjuk ke bayinya.
Mereka berkata: "Bagaimana kami bisa berbicara dengan seseorang yang masih dalam buaian?"
Lalu sang bayi berbicara: "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab dan menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku diberkahi di mana pun aku berada, dan mewasiatkan kepadaku untuk sholat dan zakat selama aku hidup."
Ini adalah mukjizat yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran dan tidak ada dalam Injil-Injil kanonik. Ia menegaskan dua hal sekaligus: keluarbiasaan Isa sebagai sosok yang dipilih Allah, dan status dasarnya sebagai hamba Allah โ "abdan lillah."
Mukjizat-Mukjizat
Al-Quran menyebut beberapa mukjizat Isa secara eksplisit:
Ia membuat burung dari tanah liat, lalu meniupnya hingga menjadi burung yang benar-benar hidup dan terbang โ dengan izin Allah.
Ia menyembuhkan orang yang lahir buta dan penderita kusta โ dengan izin Allah.
Ia menghidupkan orang yang telah mati โ dengan izin Allah.
Frasa "bi-idzinillah" (dengan izin Allah) yang selalu mengikuti setiap mukjizat bukan sekadar formalitas. Ia adalah pernyataan teologis yang konsisten: kehebatan Isa adalah nyata dan diakui, tapi sumbernya bukan dari dirinya sendiri. Ia adalah medium, bukan sumber.
Ini berbeda secara fundamental dari cara banyak orang Kristen memahami mukjizat Yesus โ sebagai ekspresi dari kuasa ilahi-Nya sendiri.
"Kalimatullah" โ Sebuah Gelar yang Unik
Al-Quran memberikan Isa sebuah gelar yang tidak diberikan kepada nabi lain: "kalimatun minhu" โ sebuah kalimat/firman dari Allah. Beberapa teks juga menyebutnya "Ruhul Quds" (Roh Kudus) yang Allah hembuskan.
Para sarjana Muslim menafsirkan ini bukan sebagai pernyataan tentang hakikat ilahi Isa, melainkan sebagai pernyataan tentang cara penciptaannya yang unik: ia datang ke dunia sebagai manifestasi langsung dari kehendak ilahi, tanpa mekanisme biologis yang biasa.
Tapi gelar ini juga menjadi salah satu titik di mana dialog antara Muslim dan Kristen bisa dimulai dengan lebih produktif. Yohanes 1:1 dalam Injil menyebut "Logos" (Firman) yang ada pada permulaan dan yang adalah Allah. Al-Quran menyebut Isa sebagai "kalimat dari Allah." Apakah ini merujuk pada hal yang sama? Jawabannya berbeda tergantung siapa yang ditanya โ tapi pertanyaannya sendiri sangat layak untuk dijelajahi.
Di Mana Perbedaannya?
Islam dan Kristen berbeda dalam beberapa hal yang sangat fundamental tentang Isa:
Tentang hakikatnya: Islam menegaskan bahwa Isa adalah manusia dan nabi โ manusia yang luar biasa dan terpilih, tapi tetap manusia. Kristen mainstream meyakini bahwa ia adalah Allah yang menjadi manusia โ sepenuhnya ilahi sekaligus sepenuhnya manusiawi.
Tentang penyaliban: Al-Quran menyatakan bahwa Isa tidak disalib. Ada ayat yang mengatakan "Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tapi diserupakan bagi mereka." Interpretasi ayat ini beragam di kalangan ulama, tapi intinya adalah penolakan terhadap narasi bahwa Isa mati di kayu salib. Ini tentu saja bertentangan dengan apa yang menjadi inti dari iman Kristen.
Tentang penebusan: Karena penyaliban ditolak, konsep penebusan dosa melalui pengorbanan Isa juga tidak ada dalam teologi Islam. Islam tidak mengenal konsep dosa asal yang perlu ditebus melalui korban ilahi.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Perbedaan Ini?
Perbedaan-perbedaan ini nyata dan tidak bisa disamakan begitu saja tanpa mengkhianati kejujuran terhadap kedua tradisi. Tapi ada hal yang lebih bisa diperoleh dari memahami perbedaan ini secara jujur daripada dari menghindarinya atau dari polemik yang bukan bertujuan mencari kebenaran.
Al-Quran mengajak Muslim untuk menghormati Isa sebagai salah satu nabi terbesar dan untuk tidak menghinanya. Pada saat yang sama, Al-Quran dengan jelas menolak klaim ketuhanan Isa.
Apakah ini bisa menjadi dasar untuk dialog yang dewasa antara dua tradisi? Sejarah menunjukkan bahwa bisa โ ketika kedua pihak lebih tertarik untuk saling memahami daripada untuk saling mengalahkan.
Pertanyaan tentang Isa adalah pertanyaan yang terlalu penting untuk dijawab dengan tergesa-gesa atau dengan praduga. Dan mungkin justru kerumitannya itulah yang membuatnya begitu mengundang untuk terus dijelajahi.
Pertanyaan untuk Direnungkan
- Bagaimana cara terbaik untuk menghormati sosok keagamaan yang diyakini berbeda oleh tradisi yang berbeda?
- Apakah perbedaan teologi tentang hakikat Isa menghalangi kerja sama antara Muslim dan Kristen dalam hal-hal praktis?
- Apa yang bisa dipelajari tentang seseorang dari cara ia memandang tokoh-tokoh yang disepakati pentingnya tapi diperdebatkan hakikatnya?
faq
Berapa kali nama Isa disebut dalam Al-Quran?
Nama Isa disebut 25 kali dalam Al-Quran, dan Maryam (Maria, ibunya) memiliki satu surah penuh yang dinamai untuknya โ Surah Maryam. Ini menjadikan Maria sebagai satu-satunya wanita yang namanya menjadi nama surah dalam Al-Quran.
Apa yang dimaksud Al-Quran dengan 'kalimatullah' untuk Isa?
Al-Quran menyebut Isa sebagai 'kalimatun minhu' โ sebuah kata/firman dari-Nya. Para ulama menjelaskan ini merujuk pada cara penciptaannya yang unik: ia lahir hanya dengan perintah 'Jadilah!' tanpa ayah biologis, menjadikannya manifestasi langsung dari firman ilahi dalam pengertian khusus.
Apakah Islam percaya pada mukjizat Isa?
Ya. Al-Quran menyebut Isa menyembuhkan orang buta dan penyakit kulit, menghidupkan orang mati dengan izin Allah, berbicara saat masih bayi dalam buaian, dan menciptakan burung dari tanah liat. Semua mukjizat ini disebut 'bi-idzinillah' โ dengan izin Allah.
Di mana Islam dan Kristen berbeda paling fundamental tentang Isa?
Perbedaan terbesar adalah status ontologis: Islam memandang Isa sebagai manusia dan nabi yang luar biasa, sementara kepercayaan Trinitas Kristen memandangnya sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Perbedaan kedua adalah tentang penyaliban: Islam menyatakan ia tidak disalib, sedangkan Kristen menjadikan penyaliban dan kebangkitan sebagai inti iman.
Mengapa penting bagi orang Kristen untuk mengetahui pandangan Islam tentang Isa?
Memahami bagaimana tetangga kita yang berbeda keyakinan memandang tokoh yang sama membantu dialog yang lebih jujur dan mendalam. Bukan untuk mencari siapa yang benar, tapi untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik sebelum berdiskusi tentang perbedaan-perbedaan yang nyata.